Kamis, 28 Mei 2015
PALSU
Batavia, 28 Mei 2015
Tuhan, Kau tahu?
Kau pasti tahu
Aku merasa aneh melihat wajah negeriku
Begitu banyak isu,
dari beras yang katanya palsu,
ijazah palsu,
uang palsu,
sampai suami
en istri juga ada yang palsu?
Tuhan,
Apa benar ya ada juga wajah-wajah palsu,
sampai tercipta lagu
buka dulu topengmu,
Tuhan,
Aku jadi takut,
miliki harapan palsu,
Aku jadi takut
dengan kata palsu
Apa nda diganti saja dengan gadungan??
jadine,
beras gadungan,
uang gadungan,
ijazah gadungan,
suami gadungan,
istri gadungan,
moga semoga Kaulindungi aku dari
harapan gadungan,
cinta gadungan,
en kasih sayang fatamorgana
hiks
Aku mau Kaudamaikan negeriku
Jauhkan dari sgala isu semu samar
bersatu bersinergi
galang kekuatan bersama
tuk bangun negeri
berlandas cinta kasih,
bermotor kemajuan bersama,
tegakkan puing-puing kebanggaan negeri
sampaikan salamku tuk ibu pertiwi
Senin, 25 Mei 2015
APALAH AKU
Batavia, 26 Mei 2015
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanyalah mantan orang kaya
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanya seorang anak desa
yang berjuang sekuat hati
meraih mimpi
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanyalah seorang musafir miskin
yang tak punya apa-apa
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanya orang kerdil
yang tak mau berjiwa kerdil
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanyalah seorang hawa naif
yang mungkin bermimpi terlalu tinggi
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanya seorang hamba
yang hanya memiliki asa di ujung jari
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanyalah seorang single parent
yang hanya tahu berjuang dan berjuang
dalam sgala lemahku,
letihku,
dalam sgala keterbatasan
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanya seorang insan
yang mencari teman seperjuangan
dalam mengarungi samudra sisa kehidupan
menuju cahya ridho-Nya
Apalah aku di matamu
Aku bukan apalah apalah
Apalah aku di matamu
Aku hanyalah seorang naif
kerdil
tiada daya
tiada sempurna
seperti inginmu
dan enggan kau lihat
tetapi,
inilah aku
yang bukan apalah apalah
di matamu
tapi berusaha menjadi "apa"
berbekal bias kasih-Nya
Minggu, 15 Februari 2015
KANGEN BERAT
Sabtu, 14 Februari 2015
Ada Badai di Dadaku
Batavia, 1997
Seperti pohon kelapa
semakin tinggi
kerasnya angin
pasti
Kau tak tahu
dia, mereka juga
ada badai di dadaku
yang mengoyak sgala rasa
yang memporakkan sgala
suka,
duka,
yang menggandakan takut
dan kecut
jatuh dalam sumur gamang
tiada daya
Sejenak Bermain Kata

kupejam sejenak
kulihat sesosok tubuh
tergolek tanpa daya
tak bicara
tak ada suara
ia diam
tapi tak henti berkata
lewat matanya
yang mengalirkan luka
bermain warna-warna
sebentar bening
sebentar kemerah-merahan
sebentar merah
sebentar merah pekat
sebentar lagi putih
sebentar lagi bening
kadang biru
kadang hijau
kadang kuning
kubuka sejenak
ooohh...inikah kenyataan??
yang menggilas semua mimpi
ooohh...ada yang pedih
apa yang pedih?
aku tlah mati bersilam lalu
kutinggal bangkai hidup
di taman panas, sepi, dan bau
karam dalam sesuatu
Batavia, 1996
Pengaduan Tunggul Pohon
Batavia, 1996
Tuhanku...
Kemarau panjang menerpaku
menggugurkan daun-daunku
merontokkan bunga-bungaku
Ku kepanasan
tapi tetap tegak berdiri
kucoba, Tuhan
kucoba
tetap tegar
menatap gersangnya masa
BEBAS

Bebas?
bebas
bebas
bebas
Sejenak kutertegun
mencari makna kata
bebas
begitu banyak orang memaknai sebuah kata
semua bermakna
semua berpedoman
pada kata
B E N A R
Mana yang benar?
Seperti benang kusut
saling menyilang
merajut
mengusut
Siapa yang benar?
smua merasa benar
smua mengaku benar
kokoh berdiri di jalan kebenaran
bukankah seharusnya beriringan?
bukan mengusut?
persatuan tercerabut?
bebas tanpa tanggung jawab,
benarkah?
lantas
apa itu bebas?
tahukah kau?
jelaskan padaku
ataukah logika harus ikut campur?
Batavia, 2015
Langganan:
Postingan (Atom)

